Pemeriksaan Daspen PGRI Jateng, Guna Memenuhi Prinsip Akuntabilitas Lembaga

Posted by Admin on Slider
Pemeriksaan Daspen PGRI Jateng,  Guna Memenuhi Prinsip Akuntabilitas Lembaga

Semarang (Jumat, 19/2), Infokom PGRI Jateng.

Akuntabilitas pengelolaan Daspen PGRI Jawa Tengah ditunjukkan dengan adanya pemeriksaan secara periodik setiap enam bulan sekali oleh pemeriksa dan badan pengawas, baik internal maupun eksternal. 

Demikian antara lain diungkapkan oleh Ketua Pengurus Yayasan Dana Setiakawan Guru Jawa Tengah yang juga ketua Unit Daspen, H Sakbani, SPd, MH sebelum dimulainya pemeriksaan lembaga tersebut, di kantor PGRI Jateng, Jumat (19/02).

Pemeriksaan laporan kegiatan semester II dan laporan kegiatan tahun 2020 itu meliputi bidang administrasi pendataan, keuangan dan asset.

Pemeriksaan dan pengawas internal dilakukan oleh perwakilan enam eks karesidenan. Dr Nur Khoiri (Kares Semarang), Jumanto (Kares Pati), Sarno (Kares Banyumas), Mualip (Kares Pekalongan), Agus Sunaryo (Kares Kedu), Hartanto (Surakarta) serta Dr. Ngasbun Egar dan Muslih, SPd, M.Acc. 
Hasil pengawasan tersebut nantinya juga akan dilaporkan dalam rapat tahunan Yayasan Dana Setiakawan Guru tutup buku tahun 2020 dan Konkerprov PGRI Jawa Tengah tahun Kedua MB XXII. 

Sebelum dilakukan pemeriksaan, Ketua Yayasan Dana Setiakawan Guru, H. Sakbani didampingi pengurus lain ( Dr. Saptono Nugrohadi, Dr. Sapto Budoyo, Dr. Sri Suciati, H. Wahadi) memaparkan secara rinci data keanggotaan, keuangan, dan asset yang dimiliki lembaga yang dipimpinnya. Dijelaskan pula bagaimana sistem dan strategi pengelolaannya agar lembaga itu tetap terjaga eksisistensinya untuk kepentingan organisasi dan kepentingan seluruh anggota. Diungkapkan, jumlah anggota Daspen per 31 Desember 2020 sebesar 176.806 orang terdiri katagori I :6281. II : 29.418, III 48.458, IV : 92.649.
Turut hadir dan memberikan pengarahan pada kesempatan tersebut, Ketua PGRI Jateng selaku Pembina Yayasan Dana Setiakawan Guru Jawa Tengah, Dr. Muhdi, SH, M.Hum.

Dr.Muhdi mengungkapkan bahwa Daspen yang berdiri tahun 1985 telah menjadi simbol solidaritas guru-guru di Jawa Tengah. Karena itu pola pengelolaan Daspen yang  dinilai cukup bagus dan mampu mengatasi berbagai permasalahan ini perlu di jaga dan dipertahankan.

Dr.Muhdi memberikan apresiasi kepada para pengurus yang telah bekerja dengan sungguh-sungguh untuk kepentingan organisasi dan anggota. Adanya rencana pemerintah mengangkat satu juta guru tahun ini diharapkan nantinya juga bisa direkrut menjadi anggota Daspen. 

Mengakhiri kegiatan pengawasan lembaga tersebut, Ketua Pengawas, Muslih, S.Pd, M.Acc menyampaikan hasil pengawasannya dan memberikan sejumlah rekomendasi untuk ditindak lanjuti. Baik yang berkaitan dengan pengelolaan data, keuangan dan asset agar Daspen PGRI ke depan semakin baik dalam melayani anggota. 

Muslih juga menyoroti kondisi BPR Guru yang sebagian sahamnya berasal dari Daspen, dan dinilai belum memberikan hasil signifikan bagi Daspen. (pur)