Pembukaan Proses Simulasi Tes PPPK Diikuti 64 Ribu Guru Honorer di Jateng

Posted by Admin on Slider
Pembukaan Proses Simulasi Tes PPPK  Diikuti 64 Ribu Guru Honorer di Jateng

Semarang - Infokom PGRI Jateng. Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Jateng, mendorong para guru honorer di Jateng, untuk mengikuti seleksi ASN melalui skema pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK). Kebijakan tersebut, menjadi langkah yang tepat dalam upaya meningkatkan kualitas dan kesejahteraan guru honorer. Hal tersebut ditegaskan Ketua PGRI Jateng, Dr Muhdi SH MHUm, pada pembukaan simulasi dan bimbingan tes PPPK, yang berlangsung di Gedung Pusat lt.2 ruang seminar UPGRIS dan PGRI Jateng SLCC, diikuti secara daring sebanyak 64 ribu guru honorer di Jateng. Senin (22/2/2021).

"Kebijakan pemerintah melakukan perekrutan satu juta guru sebagai ASN, melalui skema PPPK, kita sambut baik. PPPK menjadi solusi bagi guru honorer, yang tidak bisa mendaftar CPNS guru karena terganjal aturan umur maksimal 35 tahun," ujar Dr. Muhdi.

PPK juga tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan guru, namun juga menjadi upaya dalam memperbaiki status dan masa depan guru honorer.

"Para guru PPPK ini juga memiliki jaminan yang sama dengan guru berstatus PNS, bedanya hanya satu, tidak mendapatkan pensiun. Guru berstatus PPPK, juga dapat mengikuti seleksi CPNS sepanjang syarat-syaratnya terpenuhi," terang Dr Muhdi.

Dengan pertimbangan tersebut, Dr. Muhdi mendorong para guru honorer tidak ragu-ragu mengikuti seleksi PPPK, sebagai upaya memperoleh status yang jelas dan memiliki jaminan masa depan yang lebih baik.

"Bentuk dukungan juga kita berikan. Salah satunya melalui kegiatan simulasi dan bimbingan online terkait persiapan pelaksanaan tes seleksi PPPK bagi para guru honorer. Pendampingan ini seluruhnya diberikan secara gratis," terangnya.

Disatu sisi, pihaknya juga mendorong seluruh kabupaten/kota di Jateng, untuk segera mengajukan kebutuhan guru di masing-masing wilayah mereka. Harapannya, kebutuhan tersebut dapat segera terpenuhi melalui skema PPPK tersebut.

"Kita minta kepada seluruh kepala daerah, bupati/walikota di Jateng, untuk bisa menghitung kebutuhan guru di wilayah masing-masing. Kebutuhan tersebut bisa segera diajukan ke pemerintah pusat. Tidak perlu khawatir terkait gaji dan tunjangan guru PPPK, karena seluruhnya ditanggung oleh pemerintah pusat. Jadi daerah tidak terbebani dari segi anggaran," tegas Dr Muhdi.

Sementara, Ketua Asosiasi Profesi dan Keahlian Sejenis (APKS) PGRI Jateng sekaligus Ketua Panitia, Drs Agung Purwoko MPd menjekaskan, proses simulasi tes PPPK diselenggarakan selama dua hari, Senin- Selasa (22-23/2/2/2021), yang diikuti sebanyak 64 ribu guru honorer di Jateng.

"Kegiatan simulasi dilaksanakan secara serempak, yang terbagi dalam sejumlah kloter. Dari 64 ribu peserta ini, dibagi dalam 24 zona di 6 wilayah eks karisidenan. Meliputi wilayah eks karisidenan Semarang, Pati, Surakarta, Pekalongan, Banyumas, dan Kedu. Setelah simulasi ini, kita lakukan pendampingan bimbingan kepada para peserta, dari 26 Februari hingga 6 Maret 2021. Seluruh kegiatan dilakukan secara online, dan gratis," jelasnya