Belum Terima TPG dan TPP, Guru Berserdik P3K Mengadu ke PGRI

Posted by Admin on Slider
Belum Terima TPG dan TPP, Guru Berserdik P3K Mengadu ke PGRI

Semarang, Infokom PGRI Jateng. Selama ini, PGRI merupakan organisasi guru yang konsisten memperjuangkan kepentingan guru. Itulah sebabnya para guru yang menghadapi permasalahan selalu mengadu kepada PGRI. Salah satunya ditunjukkan oleh Forum Guru PPPK SMA/SMK Jateng dipimpin Mashudi, S.Pd, mengadakan audensi atau pertemuan secara virtual dengan Pengurus PGRI Jawa Tengah, Selasa (15/6).  Demikian diungkapkan Wakil Sekretaris Umum PGRI Jateng, Dr. Saptono, M.Pd, M.Si bertindak selaku host pada pertemuan virtual tersebut. 
 
Selanjutnya, Sekretaris Umum PGRI Jateng, Drs. Aris Munandar,,M.Pd, yang memandu acara tersebut mempersilahkan Ketua Forum Guru PPPK SMA/SMK Jateng, Mashudi untuk terlebih dahulu menyampaikan maksud dan tujuannya bertemu dengan Pengurus PGRI Jawa Tengah. 

Mashudi selanjutnya mengungkapkan bahwa guru-guru PPPK berserdik yang mengajar di SMA/SMK saat ini belum menerima Tunjangan Profesi (TPG) sebagaimana diatur dalam UU Guru dan Dosen. Begitu juga untuk TPP, pihaknya juga belum mendapatkannya.

Karena itu mewakili teman-temannya, Mashudi meminta PGRI Jawa Tengah turut memperjuangkan agar hak-hak guru tersebut bisa segera diterima oleh para guru. Sebelumnya Mashudi mengungkapkan bahwa SKTP yang menjadi dasar pembayaran TPG itu pun sampai bulan Juni ini belum keluar. 

Menanggapi pengaduan tersebut, Ketua PGRI Jawa Tengah, Dr. Muhdi, S.H, M.Hum, terlebih dahulu menyampaikan selamat kepada mereka yang saat ini telah menikmati gaji sebagai ASN (PPPK), sementara teman-teman yang lain saat ini masih akan memasuki proses pendaftaran.

“Ini juga salah satu hasil perjuangan teman-teman bersama PGRI yang selama ini terus kita lakukan”, ungkapnya. 

Terkait dengan persoalan TPG dan TPP, Dr. Muhdi menyatakan akan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk mencari solusi atas permasalahan yang dihadapi para guru tersebut. Untuk itu Dr. Muhdi meminta Mashudi memberikan data lengkap berikut permasalahan yang mreka hadapi. Dr. Muhdi selanjutnya memberi kesempatan juga kepada pengurus PGRI yang lain untuk memberikan pandangan guna membantu para guru PPPK tersebut. 

Wakil Ketua PGRI Jateng, Drs. Rismono M.Pd., mengusulkan agar dilakukan pemetaan dan identifikasi persoalan terlebih dahulu apakah persoalan itu hanya ada pada guru tertentu apa semua guru, apakah itu persoalan daerah atau persoalan pusat. Dengan begitu akan lebih mudah kita temukan solusinya. 
 
Wakil Ketua PGRI Jawa Tengah, Drs. Adi Prasetyo, SH MH mengungkapkan adanya solusi atas persoalan tersebut dengan melihat proses sertifikasi yang secara umum adalah sama untuk para guru SD/SMP/SMA/K. Kesamaan itu antara lain dimulai dari input Dapodik secara lengkap oleh operator sekolah, kemudian ada proses verval, untak memastikan data itu valid atau tidak.  Setelah data valid, operator mengusulkan SKTP. 

Berdasarkan pengalaman yang selama ini  dilakukan, jika SKTP sudah diterbitkan, maka para guru tinggal menunggu proses berikutnya untuk menerima TPG, meski diakui terkadang kasusnya berbeda, antara daerah satu dengan yang lain. 

Adi selanjutnya minta agar Mashudi mengirimkan data yang ringkas tetapi lengkap dan dikelompokan yang SMA dan SMK. Data itu akan  digunakan untuk membantu mereka agar bisa segera dicarikan solusinya. Adi juga mengungkapkan bahwa selama ini ada 2 SOP untuk TPG PNS dan non PNS.

"Dari data itu akan kami tanyakan apakah sudah di verval atau belum? Kalau sudah di verval oleh dinas provinsi, maka yang berwenang menerbitkan SKTP adalah pusat” tandas Pa Adi.

Sebagai closing statement, selain meminta data kepada para guru tersebut, Dr. Muhdi juga meminta agar saat ini mereka fokus dulu ke TPG, untuk TPP nanti kita urus bertahap. Para-guru PPPK yang sekarang sudah resmi sebagai ASN untuk terus kita jaga komunikasi, bersama membangun PGRI dan kita berjuang bersama-sama. PGRI bukan penentu dan pengambil kebijakan, tetapi kita akan terus berjuang bersama para guru.