Rakor Bersama Tiga Biro Penting Untuk Tampilkan Wajah PGRI

Posted by Admin on Slider
Rakor Bersama Tiga Biro Penting Untuk Tampilkan Wajah PGRI

Dari Rakor Biro/Bidang PGRI Jateng dan Kabupaten/Kota

Dr Muhdi : Tampilkan Wajah PGRI
 
Semarang, Jumat (27/08)-Infokom PGRI Jateng. Di masa pandemi,.  PGRI Provinsi Jawa Tengah terus bergeliat berkegiatan melaksanakan program kerja. Kali ini adalah Rapat Koordinasi (Rakor) bersama 3 Biro PGRI Provinsi Jawa Tengah dan Bidang  PGRI Kabupaten/Kota yang diselenggarakan secara virtual. Demikian diungkapkan Wakil Sekretaris Umum PGRI Jateng, Dr. Saptono Nugrohadi, M.Pd, M.Si selaku host acara rakor. 

Setelah doa yang dipimpin oleh Ketua Biro Kerohanian PGRI Jateng, Fachrurrazi, dilanjutkan laporan Panitia penyelenggara oleh Sekum PGRI Jateng, Drs. Aris Munandar, M.Pd.
 
Dilaporkan oleh Aris,  rakor kali ini melibatkan 3 biro PGRI Provinsi Jawa Tengah dan bidang terkait di PGRI Kabupaten/kota. Ketiga biro dan bidang itu adalah Biro/bidang Pengembangan Profesi, Biro/bidang pengembangan Karier, Biro/bidang advokasi, Bantuan Hukum dan Perlindungan Profesi. Jumlah peserta disebutkan ada 120 peserta.  

Diungkapkan jiuga oleh Aris Munandar bahwa Rakor ini merupakan Implementasi program PGRI Jawa Tengah untuk melakukan singkronisasi program PGRI Jateng dan PGRI Kabupaten/kota.

"Ini diperlukan untuk meningkatkan tata kelola organisasi dalam upaya meningkatkan pelayanan kepada anggota. Singkronisasi dan menyamakan persepsi terkait visi, misi dan program ini penting mengingat sitiasi yang berbeda di tengah pandemi covid-19 saat ini, agar pelaksanaan program bisa dilakukan maksimal sesuai kondisi daerah masing-masing" jelas Aris Munandar, yang selanjutnya memohon Ketua PGRI Jateng, Dr. Muhdi, SH, M.Hum untuk memberikan sambutan pengarahan sekaligus membuka acara Ketua PGRI Jateng, 

Dr. Muhdi, SH, M.Hum dalam sambutanya antara lain mengingatkan adanya empat mimpi para pendiri PGRI yang merupakan tujuan PGRI yang harus terus kita perjuangkan bersama, yakni; mempertahankan NKRI, memajukan pendidikan, memuliakan guru dan membantu kesulitan guru. “Kita berkewajiban untuk terus memperjuangkan terwujudnya empat mimpi itu sesuai jati diri PGRI sebagai organisasi profesi, organisasi perjuangan dan organisasi ketenaga kerjaan”, tegas Dr. Muhdi. 

Dr. Muhdi menyatakan, bahwa ketiga biro dan bidang yang melakukan Rakor saat ini adalah inti  ber PGRI. Ketiga biro dan bidang ini sangat penting sebagai pilar utama eksistensi PGRI.

“Tiga biro ini menjadi wajah PGRI sebagai organisasi profesi, organisasi perjuangan dan organisasi ketenaga kerjaan”, tandas Dr Muhdi. 

"Mengapa demikian? Karena bidang pengembangan profesi mengedepankan kegiatan yang terkait dengan tuntutan perkembangan, yakni peningkatan dan pengembangan profesi guru. Terkait dengan itu maka di PGRI lahir APKS dan SLCC”, jelas Dr Muhdi. 

Terkait dengan  Biro pengembangan karier, Dr Muhdi melanjutkan, kegiatanya terkait dengan upaya meningkatkan dan mengembangkan karier guru sehingga karier guru tidak berhenti. Sebagai organisasi ketenaga kerjaan PGRI kini terus berjuang bagaimana guru-guru honorer bisa menjadi guru tetap, kita bantu dan perjuangan mereka menjadi ASN, baik PPPK atau pun PNS.

Dr.Muhdi juga mengapresiasi Biro pengembangan karier, yang telah menyelenggarakan try out PPPK dan diikuti puluhan ribu peserta, 

“Kita terus dorong dan berjuang serta berupaya menolong mereka agar karier dan profesinya semakin aman”, tegas Dr. Muhdi. 

Selanjutnya Dr Muhdi meminta dalam Rakor tersebut dapat dirumuskan bagaimana kita bisa membantu dan memfasilitasi para guru. Diungkapkan, bersama APKS dan SLCC PGRI saat ini kita sudah tunjukkan, bagaimana membantu para guru sehingga pembelajaran di masa pandemi semakin baik, PGRI provinsi dan kab/kota kini terus berkolaborasi membantu para guru. 

Dr. Muhdi berharap ada upaya bersama mengatasi pendidikan agar Lost learning tidak semakin melebar. Rektor Upgris ini juga mengungkapkan bahwa kemampuan guru melakukan pembelajaran daring saat ini berbeda-beda, mereka harus terus kita bantu.

“Jangankan anak-anak, guru-guru kita kondisinya juga berbeda-beda”,ungkapnya.

 Terkait dengan Biro Advokasi, Bantuan Hukum dan Perlindungan Profesi, Muhdi mengungkapkan, bahwa kita tidak menginginkan adanya guru yang melakukan pelanggaran hukum dan proesi, tetapi ketika itu terjadi, maka kita harus bantu. Dan saat ini biro dan bidang ini telah banyak nmelakukan kegiatan advokasi, pendampingan dan bantuan hukum kepada para guru yang menghadapi persoalan hukum dan profesi. 

Selanjutnya terkait momentum HUT PGRI, Dr. Muhdi mengungkapkan, karena  dibatasi untuk bertemu langsung, maka diharapkan ada kegiatan-kegiatan yang disesuaikan dengan kondisi, misalnya workshop murah dengan daring, dan kegiatan lain yang sesuai kebutuhan dan kondisi daerah.

"Kegiatan daring tidak perlu lama, cukup 2 jam agar tidak bosan, Bisa juga dengan mengembangkan model pembelajaran, bagaimana menghasilkan karya yang kreatif dan inovatiif", ujar Dr Muhdi.  

Dr. Muhdi juga mengapresiasi kegiatan-kegiatan yang dilakukan PGRI Kaupaten/kota yang dinilai luar biasa cara-cara yang dilakukan, seperti PGRI kabupaten Banyumas bersama cabang-cabang membuat video singkat tentang usaha-usaha di wilayah itu. 

“Sesuai pesan Presiden, kami berharap ruang maya diisi dengan hal-hal positif dengan penajaman dalam bentuk kegiatan nyata. Mudah-mudahan HUT PGRI nanti bisa kita selenggarakan paling tidak dengan cara blended”, jelas Muhdi mengakhiri sambutannya. 

Usai sambutan dan pembukaan oleh Ketua PGRI Jateng, dilanjutkan dengan Rakor masing-masing Biro dan Bidang melalui Chat Room. Agung Purwoko, memimpin Rakor Biro/bidang pengembangan profesi dengan moderator Drs. Rismono, M.Pd. Sholeh Amin, memimpin Rakor Biro/bidang Pengembangan Karier dengan moderator Dr. Saptono Nugrohadi, Dr. Wahyu Widodo, memimpin Rakor Biro/Bidang Advokasi, bantuan hukum dan perlindungan profesi dengan moderator Dr. Sapto Budoyo.