Antisipasi Lost Learning: PGRI Berharap PTM Segera Dilaksanakan

Posted by Admin on Slider
Antisipasi Lost Learning: PGRI Berharap PTM Segera Dilaksanakan

Semarang, Infokom PGRI Jateng. Pandemi covid-19 yang sudah berlangsung sejak Maret 2020 hingga kini belum menampakkan tanda akan berhenti. Sebagai upaya pencegahan menularnya covid-19 di lingkungan pendidikan maka sejak Maret 2020 proses pembelajaran kepada anak-anak dilakukan secara daring (on line).

Berbagai kendala muncul terkait proses pembelajaran daring (on line) ini. Banyak pihak mengkhawatirkan terjadinya _lost learning_ akibat pandemik covid-19 yang tidak jelas kapan akan berhenti dan kebijakan BDR (belajar dari rumah) bagi anak-anak yang terus berlangsung hingga hari ini. Demikian diungkapkan Ketua PGRI Jateng, Dr. Muhdi, S.H, MHum kepada kompas TV dan Majalah Derap Guru Jateng, di Kantornya Gedung Pusat UPGRIS, Selasa (9/03/2021).

Terkait hal itu Dr. Muhdi mengungkapkan adanya SKB empat menteri yang sudah memberikan kewenangan kepada daerah untuk mengatur pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) dengan menyesuaikan kondisi daerah masing-masing dan mengikuti protokol kesehatan secara ketat.

“Ini mestinya sudah bisa dimulai pada bulan Januari 2021 tetapi saat itu di Jawa Tengah kondisinya (covid-19) meninggi sehingga gubernur memerintahkan untuk memperpanjang kebijakan BDR (belajar dari rumah). Saat ini kondisinya sudah melandai sehingga daerah mestinya bisa mengeluarkan aturan adanya PTM dengan syarat tertentu”, ungkap Dr Muhdi.

Zona PTM

Dr Muhdi yang juga Rektor Universitas PGRI Semarang ini mengungkapkan berdasarkan SKB 4 menteri, kepala daerah mestinya bisa mengeluarkan aturan zona PTM, misalnya untuk tingkat TK/SD cukup ada kesepakatan sekolah, komite sekolah dan kepala desa/lurah, untuk tingkat SMP cukup kesepakatan dengan camat dan lebih luas lagi dengan ijin bupati/walikota, tingkat SMA/SMK dengan ijin gubernur. Ditambahkan oleh Dr Muhdi, saat ini para guru sudah mulai dilakukan vaksinasi, meski belum seluruhnya, sehingga mereka telah memiliki daya imunitas lebih tinggi. Bagaimana dengan anak-anak? dari hasil penelitian anak-anak usia 14 tahun kebawah memiliki daya tahan lebih tinggi dibanding orang tua. Dan untuk anak usia 18 tahun kebawah, saat ini belum ada vaksinya.

Untuk mengantisipasi terjadinya _lost learning_, Dr. Muhdi berharap pemerintah daerah segera mengeluarkan aturan untuk pelaksanaan pembelajaran tatap muka secara terbatas dan dengan syarat yang harus dipenuhi oleh sekolah dan difasilitasi oleh pemerintah.

Lost Learning

Jika _lost learning_ diartikan sebagai ketidak mampuan anak memperoleh akses/jaringan internet saja jumlahnya ada 20%, maka _lost learning_ itu jumlah sesungguhnya bisa jauh lebih besar karena penetrasi internet anak-anak kita saat ini baru 71%.

“Hal yang memungkinkan dilakukan saat ini adalah dengan sistem _blended learning_ atau campuran antara daring dan luring. Jika luring belum bisa 50%, barangkali cukup 25% dulu dan dilakukan secara buka tutup sesuai kondisi daerah tersebut”, jelas Dr. Muhdi

Lebih jauh Dr. Muhdi mengungkapkan bahwa anak-anak akan lebih baik dan terkontrol jika belajar di sekolah dengan aturan tertentu dari pada membiarkan mereka belajar di rumah tetapi faktanya anak-anak bebas berkelompok dengan lingkungan mereka masing-masing.

Persoalanya menurut Dr. Muhdi bukan saja pembelajaran daring yang tidak efektif tetapi anak-anak sekarang ini juga sudah jenuh dengan tinggal di rumah saja, mereka rindu untuk bisa belajar di sekolah dan bertemu dengan teman-temannya”, ungkap Dr. Muhdi menjelaskan.

Hal yang juga perlu dipahami bahwa tidak ada jaminan anak-anak di rumah itu lebih aman dari pada ketika mereka berada di sekolah. Hanya saja yang dibutuhkan saat ini adalah adanya aturan untuk bisa melaksanakan PTM di sekolah.

“ini juga sekaligus mempersiapkan sekolah untuk bisa melakukan PTM dalam jumlah lebih besar lagi sebagaimana direncanakan pemerintah mulai tahun ajaran baru, bulan Juli 2021 mendatang”, jelas Dr. Muhdi.

Hal tersebut juga sebelumnya telah diungkapkan oleh Ketua PGRI Provinsi Jawa Tengah, Dr. Muhdi SH MHum saat pihaknya membuka acara Rapat Tahunan Yayasan Dana Setiakawan Guru Jawa Tengah, di Gedung PGRI Jateng, Sabtu (6/03). Saat itu hadir Ketua dan Bendahara PGRI Kabupaten/kota Se Jawa Tengah. (Pur/wis)