PGRI Jateng Peduli : Bantu Masyarakat Jateng yang Terdampak Bencana Banjir dan Longsor

Posted by Admin on Slider
PGRI Jateng Peduli : Bantu Masyarakat Jateng yang Terdampak Bencana Banjir dan Longsor

?Dari Penyerahan bantuan PGRI Prov. Jateng dan Pemkab untuk anggota PGRI yang terdampak bencana banjir di Kab Pati.

Pati, Infokom PGRI Jateng. Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Jateng, terus bergerak memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak bencana alam, khususnya pada guru dan tenaga kependidikan.

"PGRI Jateng turut menyampaikan keprihatinan kepada seluruh masyarakat yang terdampak bencana alam, seperti banjir hingga tanah longsor, yang terjadi di sejumlah wilayah di Jateng. Termasuk di Kab. Pati, Kab.Kebumen, Cilacap, Brebes, Kota Semarang, Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan, Demak, Kudus serta wilayah lainnya," Jelas Ketua PGRI Jateng, Dr Muhdi SH MHum, pada acara penyerahan bantuan kepada korban bencana banjir di Kab. Pati, yang digelar oleh PGRI Kab. Pati, dihadiri oleh Bupati Pati H Haryanto SH MM MSi, Assisten Bupati Pati, dan segenap pengurus PGRI Kabupaten dan cabang se Kab. Pati, berlangsung di Gedung PGRI Pati, Sabtu (13/3/2021).

Dijelaskan oleh Dr Muhdi, seluruh PGRI Kabupaten/Kota di masing-masing wilayah yang terdampak bencana, juga turut turun ke lapangan, untuk membantu masyarakat secara umum.

"Maka hari ini, kita berikan bantuan kepada guru dan tenaga kependidikan (tendik) yang terdampak banjir, yang dilaksanakan di Kab. Pati," terangnya.

Sebelumnya, PGRI Jateng juga sudah turun membantu korban bencana alam di wilayah Cilacap, Kebumen hingga Banyumas Brebes, Pekalongan, Semarang, Demak dan Kudus.

"Ini lah wujud solidaritas dan keprihatinan PGRI, kepada masyarakat secara umum dan anggota PGRI secara khusus, yang terdampak musibah. Saat ini kami terus menghimpun data guru dan tendik yang terdampak, termasuk sumbangan dari anggota untuk disalurkan," tambahnya.

Menyinggung tentang PTM (Pembelajaran Tatap Muka), Dr Muhdi mengungkapkan adanya SKB empat menteri yang sudah memberikan kewenangan kepada daerah untuk mengatur pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) dengan menyesuaikan kondisi daerah masing-masing dan mengikuti prokes secara ketat. "Saat ini mestinya daerah sudah bisa memulai uji coba mengeluarkan aturan adanya PTM dengan syarat tertentu", tegas Dr Muhdi.

Lebih jauh Dr. Muhdi mengungkapkan bahwa anak-anak akan lebih baik dan terkontrol jika belajar di sekolah dengan aturan tertentu dari pada membiarkan mereka belajar di rumah tetapi faktanya anak-anak bebas berkelompok dengan lingkungan mereka masing-masing.

Persoalanya menurut Dr. Muhdi bukan saja pembelajaran daring yang tidak efektif tetapi anak-anak sekarang ini juga sudah jenuh dengan tinggal di rumah saja, mereka rindu untuk bisa belajar di sekolah dan bertemu dengan teman-temannya”, ungkap Dr. Muhdi menjelaskan.

Hal yang juga perlu dipahami bahwa tidak ada jaminan anak-anak di rumah itu lebih aman dari pada ketika mereka berada di sekolah. Hanya saja yang dibutuhkan saat ini adalah adanya aturan untuk bisa melaksanakan PTM di sekolah.

“ini juga sekaligus mempersiapkan sekolah untuk bisa melakukan PTM dalam jumlah lebih besar lagi sebagaimana direncanakan pemerintah mulai tahun ajaran baru, bulan Juli 2021 mendatang”, jelas Dr. Muhdi.

Selain hal tersebut, Dr Muhdi juga menjelaskan berbagai hal terkait dengan formasi perekrutan ASN untuk 1 juta guru lewat jalur PPPK, dan Peta Jalan Pendidikan terkait dengan pendidikan agama, serta tentang vaksinasi untuk para guru.

Selanjutnya Bupati Pati H Haryanto SH MM MSi mengingatkan, untuk terus waspada dan tetap menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan. Kepada para korban bencana banjir, bupati juga berharap untuk tidak menilai bantuan ini dari segi materi, tetapi inilah wujud kepedulian pemerintah kabupaten Pati.

Bupati juga menjelaskan, akibat dari bencana banjir ini ada 34 desa dari 6 kecamatan se kabupten Pati yang terdampak. Oleh karena itu, Bupati H Haryanto juga berharap kepada PGRI untuk terus menjalin kemitraan untuk masa depan masyarakat kab. Pati. Bupati juga sepakat dengan PGRI untuk secepatnya menyiapkan langkah-langkah menuju PTM.

Sebelumnya, Ketua PGRI Kabupaten Pati yang juga Kepala Dinas Pendidikan Kab. Pati Winarto SPd MHum melaporkan, pihaknya sudah bergerak membantu masyarakat, baik dalam bentuk solidaritas dan langkah nyata terkait membantu teman-teman guru honorer untuk P3K, pembelajaran daring, masyarakat yang terdampak bencana banjir, dan saat ini untuk solidaritas teman-teman guru anggota PGRI se Kabupaten Pati.

Dilaporkan oleh Winarto MHum, ada sekitar 243 guru anggota PGRI dari 16 cabang PGRI yang hari ini akan menerima bantuan akibat dampak bencana banjir tersebut. Bantuan dikemas dalam bentuk paket sembako.