Kreativitas dan Dedikasi Guru Untuk Indonesia Maju

Posted by Admin on Slider
Kreativitas dan Dedikasi Guru Untuk Indonesia Maju

Konkerkab Tahun Pertama MB XXII PGRI Karanganyar

Kreativitas dan Dedikasi Guru Untuk Indonesia Maju

Infokom, PGRI Jateng. Konferensi Kerja PGRI Kabupaten/kota adalah salah satu bentuk ketaatan pengurus dalam menjalankan agenda organisasi sesuai ketentuan AD/ART PGRI untuk menilai pelaksanaan program kerja selama satu tahun dan menetapkan program kerja PGRI satu tahun berikutnya. Demikian antara lain diungkapkan Ketua panitia Konferensi Kerja Tahun Pertama MB XXII PGRI Kabupaten Karanganyar, Bambang Sarwanto saat melaporkan kegiatan tersebut, di Grha PGRI Kabupaten Karanganyar, Rabu (6/04). Pada kesempatan itu Bambang Sarwanto juga melaporkan tentang Dasar, jumlah peserta dan sumber dana serta tema Konferensi Kerja.

Dijelaskan, kegiatan yang diikuti 150 peserta itu mengusung Tema, “Kreativitas dan Dedikasi Guru Untuk Indonesia Maju”. Ketua PGRI Kabupaten Karanganyar, Drs. H. Tarsa, M.Pd. dalam sambutannya mengungkapkan, bahwa selama masa pandemi covid-19 ini belum begitu banyak kegiatan yang dilakukan, tetapi bukan berarti tidak ada kegiatan. Pelaksanaan berbagai kegiatan selama satu tahun itu disampaikan dalam laporan kerja, dan dilanjutkan dengan penyusunan dan penetapan program kerja tahun berikutnya.

Drs. Tarsa yang juga Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Karanganyar ini mengaku bersyukur pembangunan dedung PGRI telah selesai berkat dukungan seluruh anggota. Dalam pengelolaan keuangan organisasi Drs. Tarsa mengungkapkan pentingnya sikap disiplin, jujur, transparan dan akuntabel.

“Kita ini guru, jadi kalau ada masalah mari kita selesaikan dengan cara-cara guru. Kita sama-sama berjuang tidak boleh merugikan organisasi”, jelasnya.

Tarsa juga mengungkapkan peran Satgas PGRI yang selama ini cukup bagus untuk membangun soliditas dan solidaritas, diantaranya kalo ada anggota PGRI yang meninggal dunia, maka Satgas PGRI harus hadir dan membantu.

“PGRI harus hadir pada saat temannya mengalami kesusahan”, tegas Tarsa.

Ketua PGRI Jateng, Dr. Muhdi saat hadir dan membuka acara tersebut mengapresiasi pelaksanaan Konkerkab PGRI Kabupaten Karanganyar. Dikatakan, ini merupakan salah satu bentuk komitmen dalam menjalankan agenda organisasi sesuai AD/ART yang dijalankan dengan baik. Dr. Muhdi juga mengungkapkan berbagai kegiatan PGRI Jawa Tengah di masa covid-19. Diharapkan, berbagai kegiatan APKS dan SLCC PGRI semakin menuunjukkan wajah PGRI sebagai organisasi profesi. Diungkapkan juga peran LKBH PGRI dalam membantu para guru. “Banyak kasus hukum yang melibatkan guru dibantu LKBH secara gratis”, ujarnya.

Ditambahkan, PGRI Jateng Press dan Derap Guru sebagai media organisasi diharapkan terus berkembang dengan dukungan dan partisipasi para anggota.

“Kalau ada untungnya kegiatan usaha itu juga untuk membantu kegiatan organisasi”, jelasnya.

Untuk menjaga dan meningkatkan mutu pendidikan, Dr. Muhdi berharap para guru terus meningkatkan kreativitss dan inovasinya. Dimasa pandemik yang sudah berlangsung satu tahun lebih dan dilakukanya PJJ, penguasaan penggunaan IT sangat penting bagi guru. Dikatakan, banyak guru honor yang menjadi penyelamat pendidikan saat ini. Untuk membantu mereka mengubah nasib dan masa depanya, PGRI Jateng bersama APKS dan SLCC mengadakan simulasi dan pendampingan guru honor guna membekali mereka menghadapi tes P3K tahun 2021. Kegiatan itu diikuti 64.000 peserta. Dr. Muhdi juga menyinggung pentingnya generasi yang cerdas dan berakhlakul karimah atau dalam istilah Kemetrian pendidikan saat ini disebut Profil pelajar pancasila. Untuk itu, gurunya juga harus berkarakter pancasila.