Saat ini sudah banyak sekolah yang melakukan PTM terbatas dan aman

Posted by Admin on Slider
Saat ini sudah banyak sekolah yang melakukan PTM terbatas dan aman

Konferensi Kerja Tahun Kedua Masa Bakti XXII dan Pelantikan Anak Lembaga PGRI Temanggung.

*Launching penulisan 100 judul buku dan pendirian penerbitan PGRI Temanggung*

*APKS dan SLCC PGRI Diharap Mampu Menampakan Wajah Organisasi Profesi*

*"Saat ini sudah banyak sekolah yang melakukan PTM terbatas dan aman"*

Temanggung, Infokom PGRI Jateng.

Konferensi Kerja PGRI Kabupaten Temanggung tahun kedua masa bakti XXII diselenggarakan di Aula Korwilcam Dindikpora Kecamatan Temanggung, Senin (12/04).

Acara Konferensi Kerja diawali dengan pelantikan pengurus YPLPDMPGRIJT Cabang Kabupaten Temanggung masa bakti XXII tahun 2020-2025

Pelantikan didahului dengan pembacaan SK oleh Sekretaris YPLPDMPGRIJT Provinsi Jawa Tengah Imron Rosyadi, SH MPd dilanjutkan pelantikan oleh wakil ketua Drs Sarju Maheri MPd.

Pengurus YPLPDMPGRIJT Cabang Kabupaten Temanggung Masa Bakti XXII tahun 2020_2025 yang dilantik adalah;

1. Ketua : Akhmad Saryono SPd MPd.

2. Wk Ketua: Sunyoto SKar MPd.

3. Sekretaris: Ifa Pratisna, SPd

4. Wk Sekretaris: Sigit Ristiyanto SPd.

5. Bendahara: Rini Sabaryati SPd MPd.

6. Anggota; Edi Oreyanto MSi., Sukiran SPd., M Solikhin MPdi

Ketua PGRI Temanggung

Sarwana SPd dalam sambutannya mengungkapkan bahwa Konferensi Kerja Kabupaten berkewajiban membahas dan menilai pelaksanaan keputusan konferensi, menetapkan program kerja, serta menetapkan RAPBO PGRI Kabupaten untuk tahun mendatang.

Selain mengungkapkan fungsi organisasi yang harus 'mencolo putra-mencolo putri' yang intinya fungsi organisasi harus menarik, santun, dan lemah lembut, PGRI Temanggung juga akan merealisasikan program idola kegiatan launching penulisan 100 judul buku dan pendirian penerbitan PGRI Temanggung, ujar Sarwana penuh semangat.

Ketua PGRI Provinsi Jawa Tengah, Dr. Muhdi, SH, M.Hum, dalam sambutanya mengungkapkan berbagai upaya dan perjuangan yang telah dilakukan PGRI sesuai dengan Jati diri PGRI dan Mimpi PGRI, serta berbagai kegiatan PGRI Jawa Tengah di masa Covid-19. Dr. Muhdi juga berharap berbagai kegiatan APKS dan SLCC PGRI semakin menunjukkan wajah PGRI sebagai organisasi profesi.

"Termasuk membantu para guru honor agar bisa menjadi CPNS atau PPPK. Guru honor itu menjadi ujung tombak dalam pelaksanaan pembelajaran terlebih di masa PJJ saat ini. Karena itu mereka terus kita perjuangkan agar hak-haknya terpenuhi”, jelas Dr. Muhdi.

Dr. Muhdi selanjutnya mengungkapkan keprihatinanya tentang pembelajaran jarak jauh (PJJ) akibat pandemik covid-19 yang telah berlangsung satu tahun lebih yang menurutnya tidak bisa menjangkau seluruh siswa dan berpotensi terjadinya lost learning.

Untuk itu Dr. Muhdi yang juga Rektor Universitas PGRI Semarang ini berharap pemerintah kabupaten/kota dan provinsi segera mengeluarkan kebijakan agar sekolah-sekolah bisa segera melakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) secara terbatas dan tetap mengikuti protokol kesehatan. Dr Muhdi menandaskan, harapan ini sesuai dengan SKB 4 menteri yang telah menyerahkan kebijakan PTM kepada daerah.

Menurut Dr Muhdi, PTM secara terbatas saat ini adalah masa transisi sebelum memasuki tahun ajaran baru 2021/2022 yang dimulai bulan Juli 2021 dan diharapkan semua sekolah sudah melakukan PTM. Dengan demikian pemerintah daerah dan sekolah bisa melakukan evaluasi apa saja yang harus dibenahi sehingga pada bulan Juli 2021 nanti semua sekolah sudah benar-benar siap melakukan PTM.

“Kita ini tidak adil, ketika pasar dibuka, tempat wisata dibuka, dan banyak kegiatan sudah bisa dilakukan tetapi anak-anak tidak boleh ke sekolah”, ujar Dr Muhdi. 

“Faktanya, anak-anak itu tidak boleh ke sekolah tetapi mereka bermain dan berkumpul dengan teman-temanya, tanpa ada pengawasan yang baik”, tandas Dr Muhdi.

Dr. Muhdi juga mengungkapkan, saat ini sudah banyak sekolah yang melakukan PTM terbatas dan aman. Karena itu menurutnya lebih baik dikeluarkan kebijakan untuk mengatur adanya PTM tersebut dari pada sekolah melakukan PTM sendiri-sendiri tanpa kebijakan yang jelas.

Pada kesempatan itu Dr. Muhdi juga mengungkapkan tentang profil pelajar pancasila yang harus diwujudkan melalui pendidikan bermutu untuk Indonesia Maju. Untuk itu gurunya juga harus unggul, adaptif, kreatif, melek IT, dan mengikuti tuntutan perkembangan zaman. Pada acara konferensi tersebut juga akan dilantik kepengurusan APKS dan PSLCC PGRI Kab.Temanggung selain pelantikan YPLPDMJT Cabang PGRI Kab.Temanggung.