Sekolah Sudah Sangat Siap Menjalankan PTM

Posted by Admin on Slider
Sekolah Sudah Sangat Siap Menjalankan PTM

Dari kunjungan langsung Ketua PGRI Jateng dalam kegiatan PTM di SD Sompok, SMPN.5 SMKN-7 Semarang:

*Sekolah Sudah Sangat Siap Menjalankan PTM*

*Perluas jangkauan uji coba PTM agar bulan Juli mendatang semua sekolah siap menjalankan PTM*

Infokom PGRI Jateng. Seperti diketahui, sebanyak 140 sekolah jenjang SMP, SMA, SMK dan MA di Jawa Tengah menggelar uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) serentak mulai hari Senin, 5 Arpril 2021. Di beberapa daerah bahkan tingkat sekolah dasar (SD) pun sudah mulai melakukan uji coba tersebut.

Untuk mengetahui pelaksanaan uji coba PTM di sekolah, Ketua Pengurus PGRI Jawa Tengah, Dr. Muhdi, SH, M.Hum didampingi Ketua Biro Kominfo PGRI Jateng, Dr. Agus Wismanto, BSc, S.Pd, M.Pd, Ketua PGRI Kota Semarang, Dr,Khoiri, MT, MPd, dan Sekretaris, Drs. Erwan Rahmat, M.Pd melihat langsung kegiatan PTM di SDN Sompok, SMPN 5, dan SMKN 7 Semarang. Dari pengamatan tersebut, Dr. Muhdi melihat kesiapan sekolah, guru, dan siswa melakukan pembelajaran tatap muka (PTM) sangat bagus. Protokol kesehatan dijalankan sangat ketat.

Kepala SDN Sompok, Suhartini SPd mengaku melakukan uji coba pembelajaran tatap muka ini sementara untuk kelas 5 dan kelas 6 saja, dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat sejak anak datang, masuk kelas, kegiatan di dalam kelas, sampai KBM selesai. Suhartini menyatakan, kegiatan pembelajaran dimulai pukul 08.00 s.d. pukul 10.00 dan jumlah siswa tiap kelas dibatasi untuk 12 anak saja (50%) Anak-anak pun datang dan pulang harus diantar dan dijemput orang tuanya/keluarganya, tidak boleh diantar/jemput orang lain, apa lagi datang dan pulang sendiri, tidak boleh.

"Ini untuk memastikan bahwa anak-anak datang dari rumah langsung ke sekolah dan ketika pulang anak-anak juga dari sekolah langsung pulang ke rumah bersama orang tua masing-masing", tandas Suhartini.

Di SMPN 5 Kota Semarang, Dr. Muhdi bersama rombongan disambut Kepala Sekolah Teguh Waluyo, SPd, M.Pd. Pemandangan yang sama ditunjukkan oleh para guru dan siswa yang sedang menjalankan PTM dengan sangat antusias dan menerapkan protocol kesehatan secara ketat, bahkan di sekolah ini setiap meja siswa ada pembatas (transparan) sebagai upaya maksimal pencegahan covid-19. Teguh mengaku setuju dengan PGRI yang terus mendorong dilakukannya PTM di sekolah-sekolah dengan tetap menjalankan protokol kesehatan secara ketat, agar proses pendidikan untuk anak-anak berjalan optimal.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Gunawan Saptogiri SH MM yang juga hadir di SD Sompok dan SMPN.5 juga mengungkapkan pihaknya akan terus berusaha memperluas jangkauan uji coba PTM agar pada tahun ajaran 2021/2022 bulan Juli mendatang semua sekolah siap menjalankan PTM, tandas Gunawan. Kesiapan menjalankan pempelajaran tatap muka juga ditunjukkan oleh guru dan siswa tingkat menengah atas sebagaimana dilakukan SMKN 7 Semarang. Kepala SMKN 7 Semarang, Drs. Samiran, M.T menjelaskan untuk uji coba saat ini, sesuai ketentuan pihaknya melakukan PTM untuk kelas X, semua program studi dengan jumlah siswa maksimal 50 % tiap kelas. Dan tetap menjalankan protokol kesehatan secara ketat.

Ketua PGRI Jateng, Dr. Muhdi mengungkapkan bahwa saat ini banyak daerah yang sudah melakukan PTM secara mandiri di sekolah-sekolah, baik tingkat SD/SMP/SMA/K.

“Jadi kalau saya melihat saat ini banyak sekolah dan para guru serta siswa itu sudah sangat siap melakukan PTM terbatas dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Mereka sudah sangat rindu untuk melakukan KBM secara luring di sekolah”, jelas Dr. Muhdi.

Dr. Muhdi mengaku khawatir jika PTM tidak segera dibuka, ancaman lost learning akan benar-benar terjadi. Karena itu ia selalu mendorong pemerintah daerah segera mengeluarkan kebijakan agar sekolah-sekolah bisa segera melakukan PTM dengan persyaratan dan ketentuan yang diatur sesuai kondisi daerah masing-masing.

“Lebih baik sekolah melakukan PTM berdasar ketentuan yang diatur oleh pemerintah setempat dari pada melakukan sendiri-sendiri tanpa diketahui oleh pimpinan wilayahnya”, ungkap Dr. Muhdi.